Aku tak tau yg ingin kutulis
Aku tak mengerti tentang apa yg ingin kumengerti
Aku hanya tersesat dalam ketidakpastian hati
Ketika malam mulai menyapaku
Terasa kesunyian yang hanya menemaniku
Lalu ku memejamkan mataku
Merasakan dalamnya kesunyian dihatiku
Entah mengapa
Bayangmu datang diantara kesunyianku
Dan ketika ku melihat senyumanmu
Aku tak tau rasa apa ini
Perasaan yang lama telah ku rindu
Hal yang mampu mengubah jalan hidupku
Semangat baru yang sempat menghilang
Semua ada di senyumanmu
Walau hanya sejenak
Tapi itu cukup
Ya, itu cukup untuk meyakinkan hatiku
Bahwa aku jatuh hati padamu
Keheningan ingin mengatakan sesuatu
Tetap saja serasa madu yang tak terbawa oleh lebah
Tak tecipta sejuta mawar di padang pasir
Tentu saja mengisahkan ketidaksesuaian makna
Sang kesatria turun dari kudanya
Dengan gagah dia ingin mengatakannya juga
Sebuah kata yang ternyata setiap yang ingin mengatakannya dibuat tunduk olehnya
Selain merasakannya, tak ada lagi cara tuk menggambarkannya
Takdir hanya tentang matahari atau rembulan
Itulah yang akan terjawab dari yang telah terungkapkan nantinya
Dan keinginannya tak ada siang bersinarkan rembulan Ataupun matahari yang menemani malam berbintang
"Like an eyes in the dark of the world, no choice, but must be strong and get the real love from your turn."
Tiada habis dan tak terfiksasi
Terlalu statis tanpa evaluasi
Tak satupun keluaran yang efektif dan terkendali
Semua sistem rusak parah
Fungsi cadangan hanya sebentar
Selanjutnya akan non aktif
Ini bukan tentang mesin
Bukan pula tentang metabolik
Tapi tentang perasaan yang tersakiti
Karena tak mudah mencari solusi
Maka hanya satu jalan
Bangun dari tidurmu
Dan buatlah semua menjadi mimpi
Bukan masalah jika kita bisa bermimpi
Tapi bermimpilah tentang hati yang suci
Entah apakah langit berubah
Atau hanya angan yang melayang
Meski samudra terhanyut dan menghilang
Yang terlihat hanya kekosongan jiwa
Cerita tentang putri raja yang jatuh cinta
Tak seindah yang tercipta di pesta
Belum sempat mencoba mengerti
Dan masih menyelami sebuah arti
Dan ketika takdir berbicara lain
Hanya ada harapan pada takdir yang kedua kali
Karena hidup adalah pengharapan dan keyakinan hati
Dia, yang dengan kedua matanya
mengambil hatiku…
Dia, yang dengan kelembutan hatinya
menjatuhkanku dalam cintanya
Dia, dengan senyum manisnya
menyelamatkanku dari kesendirianku
Dia, dengan caranya yang manja
membuat perbedaan di hidupku
Dia, yang datang saat ku butuh seseorang
menjadikanku mencintainya
Dia, dengan ketulusannya
tlah mengukirkan namanya di hatiku
Dan dia, wanita yg mendekati takdirnya
untuk menjadi milikku saat itu
Tapi, ku masih menunggu..
Dia, wanita yang kan membuatku
mengucapkan janji setia
dan mengisi akhir pencarian cintaku…
Hanya angkasa yang tak berbintang
Bulan tak bernyawa di alamnya
Gelap tak bersinar kala kau tersadar
Semakin jauh kedalam,
Hanya hampa yang terjamah
Tak elak ku mencari sinar
Menemaniku dalam sendirinya diriku
Ketika kudapati sebuah cahaya
Fatamorgana memberikan kepalsuan
Semua hampa, hampir menyerah
Kau pun datang dengan harapan
Membangkitkan sebuah keterpurukan
Dan kembalilah ku di jalanku
Itulah alasanku
Itulah jalan cintaku,..
ya, saya hanya sedang ingin menulis, entah itu apa dan bagaimana, tapi yang jelas saya hanya ingin menulis. tak tahu apa yang harus ditulis, karena ketidaktahuan itulah saya mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya ingin saya tulis. mungkin semua yang saya tulis adalah yang sebenarnya ingin saya tulis, mungkin juga tak ada suatu apapun yang ingin saya tulis. ketika saya sedang merasa ingin untuk menulis sesuatu yang saya sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya ingin saya tulis, maka kutulis ketidaktahuan itu menjadi tulisan yang ingin saya tulis. seiring dengan proses mencari tau tentang apa yang sebenarnya ingin saya tulis, banyak kemungkinan yang bisa saya pergunakan untuk bisa menyampaikan sesuatu yang bisa saya tulis. Dengan membiarkan jari-jariku menari dan mengungkapkan apa yang sebenarnya ingin ditulis olehnya, maka mulailah ku menulis ketidaktahuan ini.
Dilematis ketika saya berfikir inilah waktunya untuk menulis tentang ketidaktahuan saya mengenai sesuatu yang ingin saya tulis, maka saya akan mencoba dan terus mencoba membiarkan jari-jari ini menari sesuai dengan apa yang diinginkannya. Begitulah yang terjadi saat ini, mencoba menganalisa tentang yang ingin saya tulis, tetapi yang terjadi saya tidak melakukan sesuatu yang mungkin dapat dilihat orang lain sebagai suatu bentuk tulisan yang bermakna. Kemungkinan yang paling mungkin adalah bahwa saya dan hanya jari saya saja yang mengerti tentang apa yang ingin disampaikannya melalui tarian yang mengeluarkan bentuk atau pola tulisan yang ingin disampaikan.
Saya sadari hal itu, dan saya mengerti mengapa hal itu bisa terjadi saat ini. Kurangnya kerjasama yang terjalin dari setiap bagian tubuh kadang terjadi ketika saya merasa tau segalanya tentang apa yang diinginkan setiap anggota badan. Kenyataannya tidak demikian, mungkin karena saya belum mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan sistem koordinasi tubuh, yang tidak memihak dengan apa yang sebenarnya ingin saya katakan. Kemungkinan perasaan saya sedang tidak ingin diterjemahkan oleh jari-jari saya lewat tariannya itu. Dan separti yang selayaknya harus saya lakukan adalah mencoba mengerti tentang bagaimana memahami apa yang di inginkan perasaan ini. mungkin itulah mengapa seperti ada sebuah kecemasan dan kebingungan yang terjadi pada diri, sebagai bentuk nyata dari tidak adanya saling mengerti dan saling memahami dalam diri ini.
Masih belum bisa memahami tentang diri sendiri, saya mencoba memahami perasaan yang lain yang ada di dalam perasaan yang saya punya, disana saya mulai menemukan jawaban bagaimana saya bisa mengerti tentang perasaan saya sendiri. Karena ternyata yang sebenarnya saya cari ada di dalam perasaan yang ada di lubuk perasaanku ini. ya, itulah yang terjadi, kutemukan perasaanku pada perasaan yang ada didalam perasaanku yang ternyata semua jawaban ada disana, dan yang sebenarnya adalah perasaanku tidak lengkap,
karena perasaanku tertinggal dalam perasaanmu yang berada di dalam perasaanku yang sebenarnya,… ya, kamu, “wanitaku” hanya itu yang sebenarnya ingin kutulis

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenanginya racun jingga dalam wajah
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku lihat karya surga dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta?
Tapi aku pasti kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
itu saja,…
Dari dulu pas awal buat sampe sekarang belum nemu nama yang pas!!!
pertama kali tak kasih nama lengkap yaitu asep tornado (saya bukan angin yaa)
trus abis itu dinamakan *SUKA SUKA* sebagai suatu kata yg terlintas dibenakku *apasih
abis itu namanya ganti agak alay »> Bukan Angin Tornado
nahhhh rencana nama berikutnya ada banyak alternatif,..
yg pertama,.. ASAP TORNADO (kyk nama apaan)
trus TORNADO BUKAN CUMA ANGIN **yahhhh sama aja begooo***
abis itu *TORNADO STORM*…. ah terlalu lebay
apa lagi yah? oh iya,.. *catatan si tornado* halahh ntar ada si EMON jg donk, zzZZ
Yawda daripada bingung mending tulis aja belum ada nama.. hahahaha #apasih
yakk cukup sekian dan menerima kasih,..